Tentang Biru, Hujan dan Sajak sajak Tak Berkesudahan
Tentang Biru, Hujan dan Sajak sajak Tak Berkesudahan

TravellerCinta.com – Lembap menguar tanda seusai senja. gemerisik daun terbuai kidungan angin. oh masa, telah tiba waktunya. yakin ku yakin.

sebatang ranting dalam jejariku mengurai kisah pada tanah. kenanganku masih terbata kala panahpanah tirta menghujam dedaun dan putikputik bunga. dalam basah, bayangmu menari ikuti rima. lalu semesta menyanjung hebatnya kita yang purba.
;hujan

tahukah kau? selalu kukabar resah pada tiap tetes mata langit. kemarauku tentang penantian tiada bantah. takutku perihal temu yang terkandas usia. malamku, adalah perjalanan mengejar matahari.
;rindu

dinda, selepas hujan pada bening embun ku berkaca. duhai, bayangan cinta itu masih saja ada. gayung tak bersambut dalam jejakjejak kita mewujud tapak keikhlasan. entah kapan saat nanti lenganlengan kita bisa sejajar, mari tinggitinggi bersulang. Tentang biru, hujan dan saja ksajak tak berkesudahan.
;kebersamaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here