Aku masih denganmu bicara selaksa kata, masih asyik menghabiskan pulsa
Aku masih denganmu bicara selaksa kata, masih asyik menghabiskan pulsa

TravellerCinta.com – Malam baru saja menggulung senja ketika peluit pemberangkatan menggetarkan gerbong-gerbong kereta. Aku memandang keluar jendela. Lampu-lampu kota mulai berkelebat meniada. Siluet pepohonan menghilang dalam kegelapan dan tiada, menyisakan aku sendiri dalam perjalanan malam tanpa sajak. Tetapi wajahmu di sudut jendela melambai tanpa beranjak, menorehkan kata cinta dengan sebaris jejak. Jejak bibirmu di bibirku.

Lampu-lampu kota makin menjauh, titik-titik putih yang meluruh. Aku masih denganmu bicara selaksa kata, masih asyik menghabiskan pulsa. Bunyi roda dan sambungan rel yang menggebu, percuma saja mengganggu.

Hanya suaramu yang gemuruh mengisi gerbong. Hanya suaramu memecah kosong, selengking apa pun peluit melolong. Benar, aku tidak bohong.

Tak ada yang menemani perjalanan ini selain musik rindu, yang sengaja diciptakan gerbong-gerbong kereta lewat roda, derit pintu dan baja, desau angin di terowongan, gemuruh loko yang memacu kecepatan, dan peluit yang memekik dalam kelam. Mirip benar musik kereta itu menirukan jantungku, yang berdegup merindukan kamu. (Hs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here