14 April 2017

Waspada! Afirmasi Positif Justru Memberi Efek Negatif Lebih

author photo
Waspada! Afirmasi Positif Justru Memberi Efek Negatif Lebih www.TravellerCinta.com - Hai Lovely Anda pasti sudah sering mendengar tentang penggunaan kalimat afirmasi yang dipakai untuk meningkatkan rasa percaya diri ataupun keberanian mental seseorang? Misalnya, “Saya pasti sukses menghadapi ujian!”, “Saya pasti memenangkan tender proyek itu!”, dan “Saya bisa!”

www.TravellerCinta.com - Hai Lovely Anda pasti sudah sering mendengar tentang penggunaan kalimat afirmasi yang dipakai untuk meningkatkan rasa percaya diri ataupun keberanian mental seseorang? Misalnya, “Saya pasti sukses menghadapi ujian!”, “Saya pasti memenangkan tender proyek itu!”, dan “Saya bisa!”

Ada ribuan pelatih sukses dan ahli-ahli motivasi selalu mengajarkan pentingnya menyuarakan pernyataan seperti itu setiap harinya agar kondisi kejiwaan kita menjadi lebih tenang dan optimal. Di Amazon.com sendiri terdapat 9766 produk yang mengetengahkan kekuatan afirmasi.  Saya pribadi tidak pernah menyukai gaya tersebut karena… uhm, ada alasan saya sendiri, nanti kapan-kapan saya jabarkan dengan lengkap.

Namun yang jelas baru-baru ini saya mendapatkan sebuah berita yang menguatkan keberatan saya tersebut. Dalam Psychological Science edisi terakhir, Joanne Wood dan rekan-rekannya mengadakan sebuah survei penelitian tentang efek dari kalimat afirmasi positif tersebut. Para partisipan diminta untuk mengulang-ulang kalimat, “Saya orang yang menyenangkan,” selama empat menit, lalu ditanya tentang bagaimana perasaan tentang dirinya.

Hasilnya ada yang seperti dugaan, ada juga yang sangat mengejutkan.

Bagi orang yang memang sudah memiliki rasa percaya diri, kalimat afirmasi itu memberikan dorongan sehingga merasa dirinya sangat lebih baik, sementara orang yang semenjak awal memiliki low self esteem merasa dirinya semakin buruk dan parah setelah menggunakan afirmasi positif tersebut. Yang lebih parah lagi, emosi kelompok yang kedua itu ternyata lebih rendah dan berantakan dibandingkan orang-orang yang tidak menggunakan kalimat afirmasi positif.

In brief, Wood suggested that people with low self-esteem are harmed by self-affirmation because they just don’t believe themselves to be lovable persons. Open declarative statements often trigger automatic counter-arguing. Someone who is overly self-critical and who says to herself “I am a lovable person,” might spontaneously sneer at her clumsy attempt at self-indoctrination. As a result, self-esteem goes down even further. Instead of pulling the person’s self-concept up, the positive self-statement now highlights the difference between the actual and the ideal self.

Setelah beberapa tahun memerangi tren kalimat afirmasi yang terlalu berlebihan itu, akhirnya saya menemukan secercah bukti kuat yang mendukung. mau? sisipkan email mu dalam kotak komentar atau add kontak travellercinta ^_^
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement